Laserasi Kornea Penetran dengan Katarak Traumatika: Laporan Kasus
DOI:
https://doi.org/10.11594/ojkmi.v7i3.91Keywords:
laserasi kornea penetran, open globe injury, katarak traumatika, penjahitan kornea, IOLAbstract
Pendahuluan: Trauma okular merupakan penyebab penting morbiditas visual; insidensi open globe injury diperkirakan 3,5–4,5 per 100.000 populasi per tahun. Kornea dan lensa merupakan struktur yang paling sering terdampak, dan katarak traumatika dapat muncul segera setelah trauma.
Laporan kasus: Laki-laki 54 tahun datang dengan keluhan penglihatan mata kiri buram sejak 2 hari setelah terkena serpihan plafon. Visus 1/300, tekanan intraokular 13 mmHg. Pemeriksaan slit-lamp menunjukkan laserasi kornea full-thickness zona I dengan edema kornea, pupil lonjong dengan iris tertarik/inkarserata ke arah luka, lensa keruh total, dan shadow test (-).
Pasien mendapat antibiotik sistemik dan antibiotik topikal. Dilakukan penjahitan kornea menggunakan benang nilon monofilamen 10-0 dengan teknik simple interrupted, disertai ekstraksi lensa dan implantasi intraocular lens (IOL) okuli sinistra dalam anestesi umum.
Pembahasan: Penutupan laserasi kornea sedini mungkin merupakan langkah utama untuk memulihkan integritas bola mata dan menurunkan risiko komplikasi infeksi. Waktu tindakan katarak traumatika dan implantasi IOL dapat disesuaikan dengan kondisi segmen anterior; pada kasus ini, tindakan satu tahap memberikan perbaikan visual tanpa komplikasi bermakna selama evaluasi 1 bulan.
Simpulan: Penggunaan terminologi BETT untuk menegakkan diagnosis serta tatalaksana operatif yang cepat dan evaluasi pascaoperasi yang ketat dapat menghasilkan luaran visual yang baik pada laserasi kornea penetran dengan katarak traumatika.
Downloads
References
Wagh V, Tidake P. Clinical Study and Profile of Ocular Trauma: Findings From a Rural Hospital in Central India. Cureus. 2022 Jul 16;14(7):e26915.
Patel D. Eye injuries: improving our practice. Community Eye Health. 2015;28(91):41-3. PMID: 26989307; PMCID: PMC4790157.
Blanch RJ, McMaster D, Patterson TJ. Management of open globe injury: a narrative review. Eye (Lond). 2024;38(16):3047-3051. doi:10.1038/s41433-024-03246-3.
Aghadoost D. Ocular trauma: an overview. Arch Trauma Res. 2014 Jun 29;3(2):e21639.
Kuhn F, Morris R, Witherspoon CD, Mester V. Birmingham Eye Trauma Terminology (BETT): terminology and classification of mechanical eye injuries. Ophthalmol Clin North Am. 2002 Jun;15(2):139-143, v. doi:10.1016/S0896-1549(02)00004-4.
Deshmukh R, Stevenson LJ, Vajpayee R. (2020). Management of corneal perforations: An update. Indian J Ophthalmol. 68(1):7-14. doi: 10.4103/ijo.IJO_1151_19. PMID: 31856457; PMCID: PMC6951192.
Okoye GS, Gurnani B. (2023). Traumatic Cataract. StatPearls Publishing. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK594251/
Căciulă D, Gavriș M, Tămășoi I. (2017). Penetrating corneal wound with traumatic cataract and intraocular foreign body-case report. Rom J Ophthalmol. 61(1):54-59.
Nugroho S, Wahyuni A. (2021). Case Report: Corneal Rupture + Traumatic Cataract OD with General Anesthesia. Medical Profession Journal of Lampung. 11(2): 219-224.
Blair K, Alhadi SA, Czyz CN. (2024). Globe Rupture. StatPearls Publishing. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551637/
Rashad, R., Hussain, A., & Ament, C. (2021). Surgical Principles for Management of Corneal Lacerations, Optalmic Pearls.
Tabatabaei, S., Rajabi, M., Tabatabaei, S. et al. (2017). Early versus late traumatic cataract surgery and intraocular lens implantation. Eye, 31, 1199–1204.
Shah M, Shah S, Gupta L, Jain A, Mehta R. (2014). Predictors of visual outcome in traumatic cataract. World J Ophthalmol ; 4(4): 152-159
Legault GL, Kumar B. (2023). Corneal Laceration Repair. StatPearls Publishing. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK576444/
Downloads
Submitted
Accepted
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Oftalmologi Jurnal Kesehatan Mata Indonesia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










