RESEARCH ARTICLES

OFTALMOLOGI : Jurnal Kesehatan Mata Indonesia, 29 Dec 2020 | 1
Year : 2020 | Volume: 2 | Issue: 2 | Pages : 1

SERIAL KASUS TATALAKSANA RETINOPATHY OF PREMATURITY
(ROP)
PADA BERBAGAI ZONA DAN TINGKATAN

  • 1Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, ID

Pendahuluan: Retinopathy of Prematurity (ROP) adalah penyakit vasoproliferatif pada pembuluh retina yang terjadi pada bayi prematur. Kasus ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan pada bayi jika tidak ditangani. Skrining bayi prematur merupakan langkah pertama dalam manajemen ROP. Adanya
teknologi terbaru memfasilitasi modalitas diagnostik dan penatalaksanaan yang lebih baik untuk kasus
ROP.
Metode: Studi yang mendeskripsikan 3 kasus ROP berbagai zona dan tingkatan dengan
penatalaksanaan berbeda.
Laporan Kasus: Kasus 1 dengan ROP zona II stage 3 mata kanan, ROP zona III stage 3 mata kiri
disertai Plus Diseases (ROP tipe 1) pada kedua mata yang mendapat terapi fotokoagulasi laser. Kasus 2 dengan Aggressive Posterior-ROP (AP-ROP) kedua mata yang mendapatkan suntikan anti vascular endothelial growth factor (anti-VEGF) intravitreal. Kasus 3 dengan ROP stage 4A kedua mata yang
dilakukan tindakan vitrektomi.
Simpulan: ROP tipe 1 merupakan indikasi untuk dilakukan fotokoagulasi laser. Injeksi anti-VEGF
intravitreal dapat diberikan pada kasus AP-ROP. Operasi vitrektomi dilakukan pada ROP stadium 4-5.
Penatalaksanaan yang baik sesuai tingkat keparahan ROP diharapkan dapat mengurangi morbiditas dan meningatkan kualitas hidup bayi prematur.

Introduction

Retinopathy of prematurity (ROP) merupakan kelainan perkembangan pembuluh darah retina yang terjadi pada
bayi prematur. ROP menjadi penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah dan
memiliki dampak gangguan penglihatan yang signifikan jika tidak ditangani. Usia gestasi yang rendah dan berat badan lahir rendah merupan faktor risiko utama terjadinya ROP.1-3
Kondisi ROP pertama kali dilaporkan Terry pada tahun 1942 sebagai gambaran
retrolental fibroplasia yang terjadi pada bayi-bayi yang lahir prematur. Pada tahun
1950 Patz et al mengemukakan peran
suplementasi oksigen terhadap insidensi ROP. Siswanto et.al yang melaporkan insidensi ROP di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta dari tahun 2005 sampai 2015,
melaporkan dalam rentang waktu 11 tahun
didapatkan 311 bayi prematur kurang dari 32 minggu dengan berat badan kurang dari 1500 gram yang dilakukan skrining ROP.
Sebesar 30% dari bayi prematur ini mengalami ROP stage 1-2 dan sebanyak
6.1% mengalami ROP stage 3-5.
Kemajuan teknologi dalam bidang neonatologi yang meningkatkan harapan
hidup bayi prematur menyebabkan
penambahan pula angka kejadian ROP.1,2
Sejumlah penelitian pendahuluan
memberikan fondasi bagi perkembangan
Jurnal Oftalmologi (2020), Vol. 2, No. 2, 20-27. 21
LAPORAN KASUS
penelitian lanjutan lainnya yang
memberikan gambaran komprehensif mengenai patogenesis, perjalanan klinis, dan tatalaksana bagi kondisi ROP.2-4
Serial kasus ini bertujuan untuk
memaparkan pilihan tatalaksana dari 3 kasus ROP dengan zona dan tingkat
keparahan atau stage yang berbeda.

Keywords: anti-VEGF, fotokoagulasi laser, ROP, vitrektomi

Citation: Sesy Caesarya*,Andreas Lukita Halim,Primawita Oktarima Amiruddin,Irawati Irfani,Mayasari Wahyu Kuntorini,Feti Karfiati Memed, ( 2020), SERIAL KASUS TATALAKSANA RETINOPATHY OF PREMATURITY
(ROP)
PADA BERBAGAI ZONA DAN TINGKATAN. OFTALMOLOGI : Jurnal Kesehatan Mata Indonesia, 2(2): 1

Received: 26/12/2020; Accepted: 26/12/2020;
Published: 29/12/2020

Edited by:

Sesy Caesarya , Andreas Lukita Halim , , Irawati Irfani , Mayasari Wahyu Kuntorini , Feti Karfiati Memed ,

Reviewed by:

Antonia Kartika , , PMN RS Mata Cicendo Bandung, US

Tim Editor , , PMN RS Mata Cicendo Bandung, ID

*Correspondence: Sesy Caesarya,